Tampilkan postingan dengan label TOtAl TOloL seni. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TOtAl TOloL seni. Tampilkan semua postingan

6 Apr 2012

The Casualties


The Casualties members aimed to return to what they viewed as the "golden era" of street punk, embodied by bands such as The Exploited, Charged GBH, which they believed had disappeared by 1985. During the early years, the lineup was stable. The initial lineup consisted of Colin and Jorge on vocals, Yureesh on drums, Hank on guitar, and Mark on bass. Colin stepped out for several months to finish his education while Rachel, Rivits' singer, took his place.
At this point, Colin, Jorge, Yureesh, and Mark put together a demo. Fred replaced Hank, but then Fred left to go to school, and Scott from C-Squat filled in. Another guitarist, Steve, from Distraught, also filled in during this period. The EP 40 Oz. Casualty was recorded. By 1992, the band was touring and building up a fan base in NYC. In 1993, bassist Mark and guitarist Fred were replaced by Mike and Jake, respectively and Yureesh was replaced by Shawn on drums in 1994. In 1995, the band's second release, the "A Fuckin Way Of Life" E.P. was released on Eyeball Records. In 1996, Shawn left the band, and Meggers of the Rivits came to fill in and became the regular drummer. The line-up of Jorge, Jake, Mike and Meggers continued until 1997. Johnny (Of The Krays) served as bassist until 1998 (a position more permanently filled by Rick later that year).
The Casualties have continued to produce high-energy recordings and they have done US and international tours (e.g., Europe, Japan, and El Salvador). Under Attack was released on SideOneDummy Records in 2006, and they toured virtually non-stop for three years in support of the album. Their newest album, We Are All We Have, was released on the SideOneDummy label on August 25, 2009.
In December 2009, The Casualties toured alongside Hatebreed, The Acacia Strain, Crowbar, and Thy Will Be Done as part of the Stillborn Fest.
The Casualties are currently planning on recording a new album in April 2012, to be released in the summer of 2012.

Current lineup

  • Jorge Herrera- lead vocals (1990–present)
  • Rick Lopez - vocals, bass (1998–present)
  • Jake Kolatis - vocals, guitar (1993–present)
  • Marc "Meggers" Eggers - drums (1995–present)

Past members

  • Colin - vocals (1990–1994)
  • Yureesh - drums (1990–1994)
  • Hank - guitar (1990–1991)
  • Mark - bass (1990–1993)
  • Fred - guitar (1991–1993)
  • Shawn - drums (1994–1996)
  • Mike - bass (1993–1997)

Studio albums

  • 1997: For the Punx
  • 1998: Underground Army
  • 2000: Stay Out of Order
  • 2001: Die Hards
  • 2004: On the Front Line
  • 2005: En la LĂ­nea del Frente
  • 2006: Under Attack
  • 2009: We Are All We Have

EPs

  • 1992: 40 Oz. Casualty
  • 1994: A Fuckin' Way of Life
  • 2000: Who's in Control?

Compilation albums

  • 2001: The Early Years: 1990–1995
  • 2010: For the Casualties Army

Live albums

  • 1999: Live at the Fireside Bowl
  • 2003: More at the Fireside Bowl
  • 2007: Made in NYC

Various artists compilation appearances

  • 1990: Benefit for Beer - "Political Sin"
  • 1994 "Pogo Attack LP" - "25 Years To Late" - "For The Punx"
  • 2001 "Warped Tour 2001" - "Fight For Your Life"
  • 2003 "The Sound of Rebellion" - "Killing Machine" - "Politicians" - "No Rules"
  • 2003: Punx Unite - "Punx Unite"
  • 2003: Warped Tour 2003 - "Made in N.Y.C."
  • 2005: Punx Unite 2 - "Way of Life"
  • 2004: AMP Magazine Presents: Volume 2-Street Punk - "Sounds From the Streets"
  • 2004: Warped Tour 2004 - "Tomorrow Belongs To Us"
  • 2005: Punx Unite-Leaders of Today - "Rebel"
  • 2006: Warped Tour 2006 - "Under Attack"
  • 2007: Take Action Tour 2007 - "VIP"
  • 2010: Warped Tour 2010

Videos

  • 1998: Live At NewCastle Riverside
  • 1998: Underground Army World Tour
  • 2000: Nightmare
  • 2001: Get Off My Back
  • 2004: Tomorrow Belongs To Us
  • 2006: Can't Stop Us
  • 2006: On City Streets
  • 2009: War Is Business
  • 2009: We Are All We Have
  • ????: Ten Years of Destruction/Live at CBGB's  

14 Jan 2012

Sex Pistols Biography


Sex Pistols adalah band punk rock yang dibentuk di London, Inggris, United Kingdom pada tahun 1975, keluar dari abu Strand. Mereka, bersama-sama dengan The Clash, bertanggungjawab untuk memulai gerakan punk di Inggris dan punk kemudian menginspirasi banyak dan musisi rock alternatif. Meskipun karir awal mereka hanya berlangsung selama dua-dan-a-setengah tahun dan hanya menghasilkan empat single dan satu album studio, Never Mind yang omong kosong Berikut Sex Pistols, mereka dianggap sebagai salah satu tindakan yang paling berpengaruh dalam sejarah musik populer. Band ini awalnya terdiri vokalis Johnny Rotten, gitaris Steve Jones, drummer Paul Cook, dan bassis Glen Matlock, yang kemudian akan meninggalkan band dan digantikan oleh Sid Vicious. Sex Pistols dikelola oleh Malcolm McLaren terkenal, setelah ia melihat Johnny Rotten olahraga Floyd kemeja Pink dengan "Aku benci" yang ditulis pada. Terkesan dengan sikap Johnny Rotten itu, McLaren membawa busuk audisi untuk frontman dari The Strand, band yang kemudian menjadi Sex Pistols. The Sex Pistols telah dijelaskan oleh BBC sebagai "band punk rock definitif Inggris" dan secara luas dikreditkan dengan memulai gerakan punk di Inggris dan menciptakan kesenjangan generasi pertama dalam rock and roll. Sex Pistols muncul sebagai respon terhadap apa yang dianggap sebagai rock progresif semakin aman dan membengkak dan musik pop diproduksi pada pertengahan 1970-an. Band ini menciptakan berbagai kontroversi selama karir singkat mereka, yang terpikat Inggris tetapi sering melampaui musik mereka. Menunjukkan mereka dan wisata berulang kali menghadapi kesulitan dari pihak berwenang, dan penampilan publik seringkali berakhir dengan bencana dan kerusuhan. 1977 single mereka, God Save The Queen, yang dirilis selama membangun hingga Ratu Perak, secara luas dianggap sebagai serangan terhadap monarki Inggris dan Nasionalisme Inggris. Kelompok ini bubar pada tahun 1978 di tengah bergolak tur Amerika Serikat, tapi bersatu kembali pada tahun 1996 untuk tur "fulus", dan telah dipentaskan tur reuni berikutnya pada tahun 2002 dan 2003. Pada tanggal 24 Februari 2006, The Sex Pistols secara resmi dilantik menjadi Rock dan Hall of Fame roll tapi menolak untuk menghadiri induksi, memanggil museum sebuah "noda kencing". Untuk merayakan ulang tahun ke-30 debut album mereka, The Sex Pistols bersatu kembali untuk pertunjukan live 7. Mereka bermain 5 malam di Brixton Academy di London antara 8 November dan 14 November, 1 malam di MEN Arena di Manchester, dan 1 malam di di Glasgow SECC. Band yang terakhir dilakukan hidup pada tahun 2008 yang saat ini hiatus sebagai wisata John Lydon dengan Gambar Publik Ltd, yang bersatu kembali pada tahun 2009.

14 Jan 2005

Gaya hidup dan Ideologi

Psikolog brilian asal Rusia, Pavel Semenov, menyimpulkan bahwa manusia memuaskan kelaparannya akan pengetahuan dengan dua cara. Pertama, melakukan penelitian terhadap lingkungannya dan mengatur hasil penelitian tersebut secara rasional (sains). Kedua, mengatur ulang lingkungan terdekatnya dengan tujuan membuat sesuatu yang baru (seni).
Dengan definisi diatas, punk dapat dikategorikan sebagai bagian dari dunia kesenian. Gaya hidup dan pola pikir para pendahulu punk mirip dengan para pendahulu gerakan seni avant-garde, yaitu dandanan nyleneh, mengaburkan batas antara idealisme seni dan kenyataan hidup, memprovokasi audiens secara terang-terangan, menggunakan para penampil (performer) berkualitas rendah dan mereorganisasi (atau mendisorganisasi) secara drastis kemapanan gaya hidup. Para penganut awal kedua aliran tersebut juga meyakini satu hal, bahwa hebohnya penampilan (appearances) harus disertai dengan hebohnya pemikiran (ideas).

Punk selanjutnya berkembang sebagai buah kekecewaan musisi rock kelas bawah terhadap industri musik yang saat itu didominasi musisi rock mapan, seperti The Beatles, Rolling Stone, dan Elvis Presley. Musisi punk tidak memainkan nada-nada rock teknik tinggi atau lagu cinta yang menyayat hati. Sebaliknya, lagu-lagu punk lebih mirip teriakan protes demonstran terhadap kejamnya dunia. Lirik lagu-lagu punk menceritakan rasa frustrasi, kemarahan, dan kejenuhan berkompromi dengan hukum jalanan, pendidikan rendah, kerja kasar, pengangguran serta represi aparat, pemerintah dan figur penguasa terhadap rakyat.

Akibatnya punk dicap sebagai musik rock and roll aliran kiri, sehingga sering tidak mendapat kesempatan untuk tampil di acara televisi. Perusahaan-perusahaan rekaman pun enggan mengorbitkan mereka.

Gaya hidup ialah relatif tidak ada seorangpun memiliki gaya hidup sama dengan lainnya. Ideologi diambil dari kata "ideas" dan "logos" yang berarti buah pikiran murni dalam kehidupan. Gaya hidup dan ideologi berkembang sesuai dengan tempat, waktu dan situasi maka punk kalisari pada saat ini mulai mengembangkan proyek "jor-joran" yaitu manfaatkan media sebelum media memanfaatkan kita. Dengan kata lain punk berusaha membebaskan sesuatu yang membelenggu pada zamannya masing-masing.

21 Mei 1998

PUNX “Budaya, Seni dan Perlawanan”



Punk identik dengan musik hingar – bingar yang memadukan speed dalam bermusik dengan suara dan lirik yang mengkritik. Banyak orang salah mengartikan tentang punk itu sendiri, dimana kebanyakan dari mereka melihat dan menafsirkan punk selalu identik dengan kekerasan dan hal – hal yang terlarang , seperti alkohol atau drugs hingga free sex yang kesemuanya itu tidak selalu benar.

Pada dasarnya punk itu sendiri terlahir atas satu bentuk protes jiwa sehingga melahirkan musik dalam bentuk perlawanan yang lama – kelamaan menjadi satu bentuk gaya hihup. Yang perlu disadari bahwa ketika satu jenis aliran musik telah menjadi gaya hidup maka aliran musik tersebut tidak akan pernah mati dan akan terus beregenerasi hingga nanti. Dengan kata lain PUNK NEVER DIE.

Perlawanan punk dapat dilihat dari bentuk – bentuk lagu yang tercipta, goresan – goresan pena dalam sebuah artikel atau dalam bentuk gambar hingga perlawanan sikap.

Gaya hidup itu sendiri terbentuk atas pandangan hidup, sisi ekonomi yang mempengaruhi hingga latar belakang yang membentuknya. Sama halnya budaya…Budaya yang diusung oleh punk dikenal sebagai budaya anti kemapanan. Mungkin pendapat kebanyakan orang mengenai punk itu sendiri dapat dibenarkan, tergantung dari mana mereka melihatnya.

Punk adalah musik
Punk adalah seni
Punk adalah budaya anti kemapanan
Punk adalah budaya pembebasan diri dari belenggu yang mengikat individu yang ingin bebas dan merdeka.
Punk adalah gaya hidup dan lain sebagainya.

Definisi dan penafsiran tentang punk itu senditi tergantung dari segi kebutuhan dan pengetahuan yang dimiliki oleh mereka yang menilai punk itu sendiri seperti apa. Tetapi yang tidak dapat dibenarkan mengenai punk adalah punk sebagai sampah dan membuat keresahan. Karena ;

Punk bukan jagoan
Punk bukan penjahat
Punk bukan kriminal
Punk bukan trendy
Punk bukan kau dan kau bukan punk.

Biarkan punk menunjukan eksistensinya dengan melahirkan kreatifitas, seni dan perlawanan yang terbentuk dalam sebuah lagu – lagu sumbang tetapi real adanya, penampilan yang berbeda karena itu memang adanya dan mempublikasikannya melalui lagu, sablon dan acara musik persatuan hingga dalam bentuk tulisan. Yang perlu digaris bawahi adalah punk merupakan budaya, punk merupakan seni, punk pun merupakan gaya hidup yang tidak dapat dipisahkan dari unsur bermusik, pembenasan hingga kebesaran berekspresi dan berfikir, sehingga punk itu sendiri tidak akan pernah mati.

yelling oi…oi…
keep rock in hell
and be unite till die …

Masih banyak cara lagi bagi punk memperkenalkan dirinya pada masyarakat, tergantung dari cara pandang masyarakat itu terhadap punk.

Banyak hal positif yang dapat diambil dari budaya anti kemapanan atau punk yang kita lihat sebelah mata, seperti sablon, produksi album kaset atau CD hingga pemasaran yang dikelola dan dilakuan sendiri, membuat event musik, hingga karya lainnya yang coba dilakukan sendiri. Karena punk itu DIY “Do It Yourself”. Hanya saja kebanyakan dari masyarakat kita tidak mau melihat sisi positif yang tercermin dari punk. Hanya saja kebanyakan dari masyarakat kita menilai punk selalu negatif dan selalu miring.